Dari Jogja ke Gunung Rinjani
Bingung pengin mendaki Gunung Rinjani tapi tidak tahu caranya? Mungkin dengan membaca coretanku ini bisa sedikit membantu untuk kalian yang ingin mendaki Gunung Rinjani.
Dari berapa Budget yang dibutuhkan untuk backpacker an ke Gunung Rinjani, sampai pulang lagi ke Jogja.
Perjalanan dari Yogyakarta via Kereta api Sri Tanjung sampai ke Pelabuhan Lembar di Lombok bisa cek tulisanku sebelumnya ya : Traveling Jogja -Lombok Biaya murah
Dari Jogja sampai Lembar membutuhkan paling tidak 350.000 rupiah.
Setelah sampai Lembar, saya dan suami dijemput oleh adik yang tinggal di Mataram. Yang rencananya, pagi-pagi mau menuju ke Sembalun untuk memulai pendakian ke Gunung Rinjani.
Kalian bisa juga sewa kendaraan atau bila rame-rame bisa calling damri dan langsung dijemput di Pelabuhan, minimal 6 orang @75rb kita sudah bis sampai sembalun.
Kita bisa menginap di BC atau kalau ada uang lebih ada penginapan di dekat base camp.
Nah karena kita menginap dulu semalam di tempat adik di Mataram (bawa oleh-oleh jadi musti mampir dulu😁).
Paginya pakai grab car hampir 500.000 guys karena dari Mataram ke Sembalun jauh. Kalau pengin irit naik Damri ( bukan bis besar tapi Hiace)
Pagi habis subuh berangkat, sudah agak kesiangan sebenarnya. Memasuki kawasan TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani) kita akan dimanjakan dengan view yang sangat cantik. Hutan dengan pohon-pohon besar dengan jalan aspal yang membelah di tengahnya menjadikannya seperti lorong-lorong gelap yang terkadang tidak tertembus dinar matahari. Berbagai flora tumbuh subur, bagi penggemar anggrek jangan lupa buka jendela mobil dan pak sopir minta jalan pelan-pelan saja. Nikmati ratusan bahkan mungkin ribuan anggrek yang dengan subur menempel di pohon-pohon di dalam hutan ini.
Keluar dari hutan, kembali mata kita akan disuguhi pemandangan cantik dari lereng dan punggungan dari gunung dan pegunungan di daerah Sembalun sebelum akhirnya kita sampai di tempat registrasi pendakian. Jangan lupa jauh hari kita sudah harus daftar online ya. Ada peraturan-peraturan yang harus kita patuhi agar tidak terkena black list, terutama tenggang waktu maximal pendakian.
Bisa booking juga porter jauh hari sebelumnya agar lebih memangkas waktu. Per hari porter tarifnya 250.000 di Oktober 2022, bisa ditanyakan ke petugas via Whatsapp untuk lebih up date nya. Di dekat BC kita bisa belanja dulu kebutuhan makanan dan minuman untuk kita dan porter. Sambil sarapan pagi, kita jug bisa memesan nasi bungkus untuk menu makan siang agar menyingkat waktu dan lebih irit karena makanan di pos otomatis lebih mahal.
Untuk biaya porter dan kebutuhannya harus ditetapkan di awal untuk menghindari Mereka minta biaya tambahan. Bila lintas Basecamp, misalnya kita naiknya via Sembalun, turunnya via Torean, biaya transport porter untuk kembali ke Sembalun, kita yang menanggungnya. Sebaiknya pesankan Damri saja lebih murah, sekitar 75.000. Kalau kemarin porter kamikaze minta 350.000 tapi karena kakiku cedera, kami kembali turun via Sembalun, tidak ada biaya transport. Hanya saja dia minta tambahan 150.000 di luar dari yang 250.000/ hari.
Untuk Damri telephon sendiri saja, karena hanya 75.000 tapi kalau porter yang pesan, harga 150.000 😂
1 porter idealnya untuk menghandle bawaan 3 orang pendaki. Dari Logistik sampai air minum dan peralatannya. Mereka juga minta jatah rokok.
Sebelum nanjak, seperti biasa kita diminta ngelist, apa saja yang kita bawa naik, dan sampah harus dibawa turun.
Dan kini saatnya berangkat. Jauh juga jarak dari BC ke pintu utama (pos ojek). Kita perlu naik pick up. 1pick up 150.000 bebas mau diisi berapa orang. Porter kita yang bayarin juga ya. Di musim kemarau pakai masker atau buff dan kaca mata karena debunya waw sekali. Bagi yang suka mabuk kendaraan, sebaiknya hadap ke depan dan cari posisi weenak biar nyaman, karena jalannya bergelombang, cocok juga untuk offroad 😂
Untuk menyingkat waktu, dari pintu masuk, saya dan suami naik ojek, 175.000 per orang (porter jalan kaki, dan kami bertemu di pos 2). Jauh juga lho guys naik ojeknya sampai 30menitan dengan kecepatan seperti kita di jalan raya, padahal lewatnya jalan-jalan setapak. Sebaiknya lebih pagi berangkat lebih baik, kami agak kesiangan karena menunggu porter.
Di pos 2, ada pemeriksaan lagi, jadi siapkan screenshot booking online pendakian kita.
Lanjut perjalanan melewati sabana dengan rumput hijau tanpa pohon, sangat panas. Porter sudah naik duluan, kami berdua yang pengikut sekte siput berjalan dengan santai 😂🤣.
Pakai guide? No. Banyak pendaki dan porter lain asal tidak terlalu sore kita berangkat, inshaAllah aman dan track jelas. Ada beberapa pilihan track lama dan track baru yang agak bikin bingung, tapi nanti ketemunya sama di Pelawangan.
Sempat pusing karena matahari siang yang terik, keringatan, dan tanpa pohon yg bisa untuk bernaung, akhirnya istirahat sambil makan siang nasi bungkus yang kami beli di bawah tadi. Nah ini nih efek karena kita berangkat kesiangan, sampai sabana matahari pas cethar-cetharnya 😢
Air minum sampai habis, dan beli di pos 3. Sama beli semangka dan nanas, seger banget. Tapi tahu sendiri kan harga makanan kalau di atas gini, es teh 15.000, semangka 1 iris kecil 15. 000.
Sampai Pelawangan sudah sore, dan porter sudah menunggu kita di Pelawat 1. Tenda sudah siap. Dingin banget sore di sini. Di Pelawangan 1, 2 dan seterusnya banyak sekali monyet yang akan merusak tenda kita untuk mengambil makanan yang ada di dalam tenda. Karena itu kita butuh seorang porter. Ada beberapa tenda tanpa penunggu yang disobek oleh monyet dan barang-barang mereka diacak-acak serta dicuri.
Sunset di Pelawangan memang Best. Dari sini kita bisa melihat ke bawah danau segara anakan yang sebagian tertutup awan dengan background matahari sore.
Setelah makan masakan yang disiapkan oleh porter, kami istirahat agar besok summit kita ada tenaga.
Bangun jam 2 kami makan dulu agar perut tidak kosong dan ada tenaga untuk mencapai puncak Rinjani.
Angin kencang dan udara dingin menerpa tubuh kami yang berbalut jaket. Bulan Oktober lebih banyak bule-bule yang naik dibandingkan orang indonesia sendiri. Kami sempat berbincang-bincang dengan mereka, ada yang dari Malaysia, China, US dan Eropa.
Langkah kecil kami tersusul oleh langkah-langkah lebar Bule-bule yang berpostur tubuh tinggi besar. Saat mereka turun, kami berdua penganut sekte siput belum mencapai puncak.
Trek terpanjang untuk summit yang pernah saya tempuh. Selalu PHP, ternyata bukan puncak, dan masih ada puncak lain yang harus didaki. Tenaga sudah habis terkuras di track pasir yang selalu melorot. Lebih parah Semeru melorotnya, tapi lebih panjang Rinjani tracknya, hadi leboh menguras tenaga.
Suami sempat putus asa karena tidak sampai-sampai dan tenaga terkuras. Tracking pool jadi alat untuk menarik suami ke atas. Dan akhirnya kami sampai di puncak tertinggi Gunung Rinjani. Dan lelah kami terbayar oleh pemandangan indah yang ada di bawah kami. Segara anakan dan lautan awan ada di bawah. Karena sudah siang jadi kabut semakin tebal dan kami turun kembali.
Drama turun ternyata tidak berakhir. Fisik yang lelah dan jalan setapak yang menurun selalu membuat masalah di engkel kakiku. Seharusnya bisa lebih cepat turun tapi jadi terhalang oleh cedera ini. Trackingnya benar-benar jauh. Berkali-kali lewat punggungan naik turun, naik turun dalam waktu berjam-jam.
Akhirnya sampai juga kami di tenda kami, tapi karena cedera, kami tidak bisa turun ke Segara anakan atau mau turun lewat Torean. Akhirnya kami bermalam kembali di Pelawangan dan paginya menikmati sunrise di Pelawangan lalu turun.
Sampai pos 3 kami ditawari daging rusa, wawww enak banget, tapi muahall 🤣🤣🤣 seperti tarif dinner di hotel berbintang. Tapi nggak papa lah. Biar tidak terkejut, sebaiknya tanya dulu berapa harganya.
Setelah makan daging rusa, tenaga benar-benar terisi dan bisa pulih dengan cepat. Turunnya jafi was wushh sampe bule-bule kakinya yang lebih panjang pun ku susul dan ku dahului mereka🤣🤣🤣
Sampai pos 2 kembali ku naik ojek karena sudah letih lemah lesu. Suami mau coba jalan sama Pam porter biar irit. Alhasil sampai pos ojek di pintu masuk pendakian dia seperti onta disembelih🤣.
Dari pos ojek, sudah tidak ada lagi mobil pick up, jadi kami naik ojek kagi untuk sampai BC.
Setelah lapor, kami akhirnya pulang ke Mataram naik Damri bayar 150.000/orang. Tarif sebenarnya 75.000 tapi porterku nakal, dia ambil untung.
Jalan yang meliuk-liuk, kondisi tidak fit, sopir yang kasar bawa mobilnya berhasil mengeluarkan daging rusa mahal dari perutku🤣🤣🤣
Jangan lupa cek barang sebelum turun dari mobil. Jangan kaya saya, topiku ketinggalan 🤣
Rencana tinggal rencana, penginnya pagi sewa motor lalu menjelajahi pantai dan air terjun di Lombok. Yang ada badan demam dan sakit kepala dan ndekem di kamar 😭
Kalau mau sewa kendaraan bisa di sini ya kak, sudah tertera harga dan jenis motornya : motorlombok.com
Siapkan ktp, tiket kereta / kapal / tiket penginapan untuk melengkapi persyaratan sewa dan pembayaran harus transfer dengan nama rekening yang sam dengan ktp dan bukti tiket.
Kendaraan bisa diantar dengan menambah ongkos kirim tergantung jauh dekatnya, kalau kemarin kami kena 25.000 ongkirnya.
Akhirnya sempat juga jalan-jalan di pantai terdekat menyusuri jalan raya sepanjang bibir pantai, cakep-cakep kok pemandangannya. Mudah-mudahan next time ada rejeki buat balik lagi ke Lombok untuk explore pantainya.
Pulangnya, kami diantar adikku sampai Pelabuhan lembar. Untuk tiket Kapalnya sudah saya pesan online. Pesan yang ekonomi tidur ya karen perjalanannya panjang.
Web resminya: https://tiket.dlu.co.id/
Di sini kita bisa cek jadual keberangkatan dan tarifnya, jadi kita bisa menyesuaikan dengan kereta yang kita naiki nanti di Surabaya.
Untuk tiket dan jadual kereta bisa kita cek di splikasi KAI acces. Yang murah kereta Sri Tanjung, tapi balik lagi ke jadual kapal kita, sampai Surabaya jam berapa.
Dengan KM Kirana VII dari Lembar menuju Surabaya. Kapalnya lebih bagus dari kapal Jamboo yang dari Banyuwangi.
Dari Surabaya jalan dulu ke pintu keluar untuk naik ojek online ke stasiun Surabaya dan menuju Jogja. Kapal
Eh naik KM Kirana VII asyik banget lho, serasa naik kapal pesiar mini.
Nanti inshaAllah aku share lagi ya.
Yang mau lihat seperti apa asyiknya naik KM Kirana VII, bisa mampir ke ig ku @allouraprincess
Semoga bermanfaat 🙏🤗
#biayamendakigunungrinjani
#backpakerkelombok


Komentar
Posting Komentar